Cara Mengatasi Hard Disk yang Tidak Terbaca di Bios

Cara Mengatasi Hard Disk yang Tidak Terbaca di Bios

Cara Mengatasi Hard Disk yang Tidak Terbaca di Bios – Seperti yang kita kenal, hard disk sebagai satu diantaranya feature krusial yang memiliki fungsi untuk simpan semuda data. Bahkan juga, file-file sistem operasi juga harus diletakkan dalam hard disk untuk membantu proses booting. Pikirkan bila satu waktu hard disk alami hambatan hingga tidak dapat bekerja secara baik.

Satu diantaranya problem yang umum dihadapi oleh hard disk yakni tidak terbaca atau dideteksi oleh sistem. Banyak pemakai PC desktop atau netbook (barangkali terhitung kalian) yang pernah rasakan hard disknya tidak terbaca oleh UEFI/BIOS ataupun sistem operasi. Ada pula yang alami hard disk externalnya tidak terbaca oleh OS walau telah terpasang melalui port USB.

Baca Juga :   10 Yang Terbaik Laptop Gaming 4 Jutaan Tahun 2021

hard disk tidak terbaca, hard disk tidak terbaca di laptop, cara memperbaiki hard disk yang tidak terbaca, hard disk tidak terbaca di pc, hard disk tidak terbaca saat instal ulang, hard disk laptop tidak terbaca, hard disk tidak terbaca di my computer, hard disk tidak terbaca di windows

Bagaimana bila hard disk mendadak tidak dideteksi ? Gak boleh cemas dahulu!

Berikut Infotexno beri beberapa cara yang bisa dijalankan untuk mengatasi hard disk yang tidak terbaca atau tidak dideteksi secara baik. Yok dikaji!

Cara mengatasi hard disk tidak terbaca di Bios

Kasus pertama, hard disk tidak terbaca oleh UEFI/BIOS

Bila hard disk tidak dideteksi oleh UEFI/BIOS, pasti kalian tidak dapat boot ke sistem operasi. Biasanya, akan ada pesan error seumpama “No boot perangkat” atau “No hard disk detected”. Ini maknanya hard disk alami hambatan hardware. Yang harus dijalankan yakni mengecek dengan cara langsung keadaan hard disk secara fisik.

  • Qemu+SeaBIOS
  • GNUtoo, CC BY-SA 3.0, lewat Wikimedia Commons
  • Matikan computer/netbook dan yakini tidak tersambung di sumber listrik
  • Kalian harus membuka case computer untuk melihat ulang keadaan hard disk. Di netbook, kalian dapat buka cover hard disk pada bagian bawah.
  • Yakini seluruhnya kabel yang tersambung di hard disk pada keadaan yang baik.
  • Yakini pula kabel-kabel itu (kabel data SATA dan kabel power SATA) sudah dipasang secara benar
  • Simak juga jumper di hard disk itu. Jumper merupakan sekumpulan pin kombinasi untuk menghidupkan sejumlah fitur khusus di hard disk. Terletak ada di dalam samping port kabel data.
  • Cara mengontrol kombinasi jumper ini cukup ringan lantaran telah dimasukkan dalam cap yang menempel di hard disk. Semestinya jumper ini dirapikan di status standard/standar.
  • Hidupkan kembali computer/netbook kalian
Baca Juga :   5 Laptop Lenovo 4 Jutaan Terbaik 2020 Harus Anda Punyai

Semestinya bila beberapa langkah di atas telah dijalankan, hard disk dapat terbaca oleh UEFI/BIOS. Tetapi kalau belum pula terbaca waktu booting, ada beberapa langkah kelanjutan yang bisa dijalankan

  • Cabut kabel data dan kabel power
  • Koneksikan kabel data di port yang tidak serupa dalam motherboard, umpama port 2 atau port 3.
  • Bila ada, koneksikan kabel power SATA yang lain

Peluang jika tetap tidak dideteksi oleh BIOS jadi yang harus dijalankan yakni memasangkan hard disk itu di computer/netbook lain. Bila di computer lain hard disk dapat terbaca di BIOS, memiliki arti ada problem dengan computer yang difungsikan awal mulanya, entahlah di jaringan SATA atau tambahan power dari PSU. Tetapi, jika tetap tidak terbaca pula, barangkali itu memiliki arti hard disk hancur dan kalian harus beli hard disk baru.

Cara sama bisa juga diaplikasikan di hard disk external. Bila hard disk external tidak dideteksi, cabut kabel konektornya lalu pasang lagi. Re-start computer untuk meyakinkan apa sudah ada di dalam menu BIOS.

Kasus ke-2 , hard disk tidak ada waktu instalasi OS

Secara hardware, hard disk barangkali tidak mempunyai masalah. UEFI/BIOS bisa juga menjumpai hard disk secara baik. Tetapi, demikian dijalankan instalasi sistem operasi umpama Windows 7/8/8.1/10, rupanya hard disk tidak terbaca oleh sistem operasi itu. Di dalam masalah ini, partisi hard disk itu tidak diketahui oleh sistem operasi yang akan diinstal.

Baca Juga :   7 Laptop RAM 8 GB Terbaik 2021: Ekonomis serta Anti Lag

Berikut cara untuk membenahi hard disk yang tidak terbaca

  • Re-start computer/netbook itu
  • Masuk pada menu UEFI
  • Matikan feature Secure Boot dan aktifkan style Legacy BIOS/CSM
  • Taruh peralihan dan re-start untuk kembali kerjakan installasi sistem operasi
  • Di computer kekinian telah memanfaatkan sistem UEFI dan di dalamnya ada feature Secure Boot dan Legacy/CSM. Sistem ini masih relatif baru hingga belum ditopang oleh banyak sistem operasi. Beberapa sistem operasi yang telah menyuport UEFI antara lain Windows 8/8.1/10, Mac OS X v10.4 dan setelah itu, dan Linux Ubuntu 12.10 dan setelah itu.

Dahulu, pemakai OS Windows XP juga sempat alami soal yang sama. Lantaran, waktu itu Windows XP belum menyuport jaringan SATA. Agar dapat dipasang Windows XP, pemakai harus mematikan style AHCI dan menghidupkan style IDE melalui menu BIOS. Asalkan ingin memanfaatkan jaringan SATA secara penuh, pemakai harus masukkan driver SATA lewat cara manual.

Kasus ke-3 , partisi hard disk tidak dideteksi oleh sistem operasi (Windows)

Ini kali barangkali problem hard disk tidak begitu serius. Partisi hard disk yang tidak terbaca oleh Windows Explorer biasanya lantaran ada setting yang belum diset. Sistem operasi Windows mengetahui partisi hard disk dengan sebuah cap/drive letter. Tiada cap/drive letter ini, partisi hard disk tidak akan diketahui dan tidak terbaca oleh Windows.

Baca Juga :   8 Daftar Laptop Acer 4 Jutaan Terlaku dan Terbaik Akhir 2021

Berikut cara untuk berikan cap/drive letter di partisi hard disk

  • Click kanan tanda Komputer, putuskan Manage
  • Atau pencet tombol Win + R untuk membukan kotak diskusi Run. Tulis compmgmt.msc lalu pencet tombol Enter
  • Di jendela Komputer Manajemen, putuskan Disk Manajemen pada bagian Penyimpanan. Akan ada seluruhnya partisi hard disk
  • Berikut Cara Mengatasi Hard Disk yang Tidak Terbaca
  • Penting disadari, drive letter di partisi hard disk berisi huruf abjad seperti C:, D:, E:, dsb. Secara standar, cap partisi hard disk memanfaatkan kata “Local Disk”.
  • Mencari partisi yang tidak punyai drive letter. Bila partisi itu masih kosong, kerjakan pola terlebih dahulu
  • Click kanan partisi itu, lalu putuskan Change drive letter and paths
  • Click tombol Add
  • Di pilihan Assign the following drive letter akan ada abjad drive letter secara automatis. Kalian dapat membuat perubahan abjad itu sesuai sama keinginan. Semestinya terus diurutkan sesuai sama abjad drive letter yang telah ada.
  • Click tombol OK
  • Click Tombol OK
  • Partisi hard disk automatis akan ada dalam Windows Explorer
    Cara yang sama bisa juga dijalankan di sistem operasi yang lain, yakni mounting drive.
Baca Juga :   Antivirus Gratis Terbaik 2021: Saran Terbaik buat Komputer & Laptop

Hard disk external biasanya langsung bisa dideteksi oleh Windows dan langsung ada dalam Windows Explorer. Di kasus hard disk external yang tidak terbaca oleh Windows, kerjakan cara untuk melakukan perbaikan berikut

  • Cabut dan pasang lagi kabel konektornya di port USB
  • Coba pasang di port USB yang lain
  • Bila belum pula dideteksi, coba pasang di computer atau netbook lain
  • Yakini kabel connector atau konverternya pada keadaan baik
  • Peluang paling buruk, tukar kabel atau konverternya

Sehingga apa hard disk kalian pernah tidak terbaca/dideteksi ? Beberapa langkah di atas merupakan jalan keluarnya. Satu diantaranya cara biar hard disk terus tahan lama dan tidak simpel hancur yakni teratur perawatan. Oh iya, untuk memperkirakan hard disk tidak dideteksi yakni teratur mem-backup beberapa data penting. Kalian bisa kerjakan backup data lewat pelayanan hosting data yang tersedia banyak.

Yok, up-grade ke SSD

Sekarang ini, wadah penyimpanan SSD (Padu State Drive) banyak mulai dipakai. Selainnya punyai performa yang semakin cepat, SSD pula dipandang semakin tahan lama serta awet dalam simpan data. Perihal ini disebabkan SSD menggunakan chip flash NAND sebagai tempat penyimpanan, bukan piringan magnetis seperti hard disk.

Kecepatan akses data di SSD di-claim dapat menandingi perform CPU dan RAM angkatan terakhir. Angan-angannya, SSD akan menambah perform computer keseluruhannya . Sehingga, operasional computer semakin lebih efisien dan efektif.

Demikianlah Cara Mengatasi Hard Disk yang Tidak Terbaca di Bios yang bisa lo coba sebelum datang ke tukang service.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *